Kasus dugaan keracunan MBG menjadi pengingat bahwa keberhasilan program makan bergizi tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang didistribusikan. Keamanan pangan, ketepatan waktu konsumsi, kebersihan dapur, kualitas bahan, serta kepatuhan terhadap SOP menjadi bagian yang sama pentingnya.
BGN kini dituntut memastikan pembenahan tersebut benar-benar berjalan di lapangan. Terlebih, program MBG menyasar masyarakat dalam jumlah besar sehingga standar keamanan makanan harus diterapkan secara konsisten di setiap dapur SPPG.
Dengan evaluasi, pengawasan, pemberian sanksi, pemeriksaan laboratorium, serta keterlibatan masyarakat dalam pengaduan, BGN berharap potensi keracunan makanan MBG dapat semakin ditekan.
Komitmen untuk memperbaiki tata kelola pun menjadi penting agar program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan jaminan bahwa makanan yang diterima aman untuk dikonsumsi. (*)
